Jamming.......Anda berani mencoba?

Dalam kondisi serta peran organisasi yang terus berkembang, cenderung berfluktuatif, dan tidak menentu sekarang ini, maka saya pikir sebaiknya kita melakukan jamming. Tom Peter, mengungkapkan bahwa perubahan yang serba cepat dan cenderung kacau itu pertanda zaman edan. Sehingga, disukai atau tidak disukai, kita harus berani akrab dengan kekacauan. Saya yakin, jika kita punya keberanian yang besar untuk melakukan jamming akan sangat mungkin membantu organisasi kita untuk terus berkembang. jamming itu identik dengan improvisasi, inilah yang akan memunculakan banyak ide-ide baru yang kreatif dan inovatif.
Dan hal ini akan sangat menguntungkan bagi kemajuan organisasi kita.

Hanya masalahnya sekarang adalah, apakah “pemain lain” atau katakanlah para pengurus dari ketum sampai ke depertemen kita itu bisa kompak atau tidak dalam melakukan jamming. Saya berpendapat bahwa jamming akan berhasil, jika dibawahnya kompak. Ini penting. Mengingat, bahwa setiap ketum maupun pengurus adalah mitra kreatif dalam organisasi kita. Dengan begitu, kita sebagai pelaku organisasi akan lebih siap menghadapi setiap perubahan, dan akan lebih siap lagi mengatasi krisis, jika kita berhasil melakukan jamming.
Memang, tidak setiap ketum organisasi itu berani melakukannya. Antara lain, karena masih adanya perasaan takut dengan munculnya perubahan. Masih adanya keinginan untuk mempertahankan status quo. Tapi, saya pikir, jika sesuatunya tidak jelas kedepan, maka lebih baik jamming. Sehingga, kita akan lebih bisa leluasa untuk bertindak luwes dalam berorganisasi pada situasi apapun. Jamming atau improvisasi menurut saya, bukanlah seni ynga hanya dimiliki musisi jazz. Tapi jamming juga harus dimiliki oleh orang-orang dalam berorganisasi yang memiliki intuisi yang tajam. Dan, kalaupun misalnya, ketum atau pengurus kita juga melakukan jamming dengan melontarkan ide-ide kreatif yang dapat dilaksanakan, itu juga positif. Anggap saja, ide-ide kreatif yang berbeda-beda dalam berorganisasis kita seperti bunga yang berwarna-warni yang semerbak harum baunya. Namun, tentu saja semua ide-ide organisasi itu kreatif itu harus tetap terkoordinasi dengan baik. 

Pendeknya, kita sebagai pelaku organisasis harus bisa memimpin atau megkoordinasikan semua itu hingga tetap satu tujuan / frame walaapun berbeda jalan untuk menggapainya. misal Kita lihat saja, bagaimana para musisi jazz itu mampu bermain dalam sebuah struktur. Mereka bersepakat tentang siapa yang akan bermain, dan kapan memulainya. Karena ada yang memimpin, maka mereka menjadi kompak, sehingga melahirka irama-irama musik yang terdengar merdu. Sebaliknya, jika terjadi ketidak kompakan itu justru akan menimbulkan kebisingan. Sebab, musik jazz sebagimana halnya berorganisasi memang menggambarkan serangkaian perilaku kita yang seimbang. Artinya setiap permainan walaupun eksperimental, namun kesemuanya tetap masih bisa diatur sedemikian rupa. Begitu juga dalam berorganisasi separah seperti apapun keadaannya pasti masih bisa di perbaiki. Saya rasa “permainan-permainan” semacam ini akan sangat mungkin terjadi.  Ada baiknya, hal itu janganlah sebagai hambatan didalam kita menggeluti dunia organisasi karena kita mahasiswa yakusa. Tapi, justru hal itu akan lebih membuat kita dinamis, penuh semangat, dan tekun dalam berorganisasi. Oleh karena itu, di era global yang terus menerus menuntut kita untuk melakukan hal-hal baru secara lebih cepat seperti sekarang ini, ada baiknya selalu melakukan jamming. Anda berani mencoba?
Baca selengkapnya.... - Jamming.......Anda berani mencoba?

intuisi atau mengedepankan peran otak kanan


Dalam berorganisasi, intuisi atau mengedepankan peran otak kanan ketimbang hitungan rasional kadang penting juga. Untuk itu, ketajaman intuisi seorang organisatoris mestinya terus di asah. Kadang dalam menjalankan organisasi apalagi yang sudah berjalan lama akan terjadi status quo atau kejenuhan. Bagian ini akan memberikan solusi bagaimana mengatasi kejenuhan dalam berorganisasi, selain memikirkan ide usaha baru untuk memotivasi kawan kawan berorganisasi, tak ada salahnya seorang organisatoris bisa melakukan jamming. Seperti dalam music pop,
musisi bisa melakukan jams session alias melakukan improvisasi bunyi dan nada music yang berbeda.

Seperti dalam music pop, dalam berorganisasi juga perlu adanya harmoni dalam melakukan improvisasi. Untuk itu, sebaiknya antara pemimpin organisasi dan para pengurus dan departemen-departemennya ada kesamaan harmoni dan simponi, agar ide-ide brilian yang hendak diciptakan selaras dan ‘enak dinikmati’ serta tidak terkesan main sendiri-sendiri. Kalau antara pemimpin organisasi dan para pengurus dan departemen-departemennya terjadi harmoni dan kompak dalam melakukan jamming atau improvisasi, pasti akan muncul gagasan – gagasan baru yang segar, sehingga membuat organisasi terus maju dan penuh gairah serta semangat yang tinggi.organisasi menjadi arena dan forum serta wadah kehidupan yang menyenangkan dan menantang untuk diarungi. Itulah asiknya dan indahnya berorganisasi.

untuk Tolak ukur kesuksesan sebuah organisasi adalah terus bergerak maju dan berkembang mengikuti perubahan zaman. Dengan terus menggunakan kepekaan kita terhadap kondisi dan tuntutan keadaaan yang berubah, kita juga harus bersikap terbuka menerima ide-ide baru, dengan begitu kita semakin tangkas mengkap ide-ide baru dan tampil sebagai pelopor atau trendsetter dalam berorganisasi itu sendiri.
Menjadi yang pertama dan utama, disitulah awal bentuk kesuksesan dalam berorganisasi!
Baca selengkapnya.... - intuisi atau mengedepankan peran otak kanan

Kajian Sosial ( Kalau Kamu Jadi Mereka)

Baiklah,ini sudah kesekian kalinya saya mengalami insomnia. Ya..ya…ya,sulit tidur akut lebih tepatnya! Browsing sana sini, ‘berkicau’ di jejaring sosial ternyata hanya mampu membunuh rasa bosan tidak lebih dari 30 menit.Dan kini,saya terjaga!!! Dengan mata mulai membengkak dan senut-senut dikepala yang semakin menggila. Tapi ada hikmah dibalik insomnia ini. Akhirnya saya memiliki waktu untuk sedikit membuat kajian untuk mengisi posting yang sudah jadi kewajiban saya sebagai admin (sok sibuk).
langsung aja nie....

Kalau Kamu Jadi Mereka

Beberapa tragedi yang terjadi sepanjang tahun 2010 ini memang menyisakan luka yang cukup dalam untuk masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Beberapa tragedi cukup membuat resah masyarakat dan membuat beberapa aktifitas lumpuh total karena takut kejadian yang sama terulang kembali.

Misalnya saja kejadian bencana alam gunung merapi yang masih bisa dirasakan efeknya sampai sekarang ini yang terjadi beberapa bulan lalu. Hal ini telah merubah ritme kehidupan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. Tiba-tiba saja pusat perbelanjaan langsung sepi, tempat hiburan seperti kuburan yang tak lagi tampak kehidupannya. Sangat berbanding terbalik ketika dulu gegap gempita selalu terjadi setiap malamnya. khususnya untuk daerah yang memang menjadi kawasan radius bencana.

Tapi yang saya bicarakan bukanlah perihal apa yang terjadi dengan pusat perbelanjaan, tempat hiburan ataupun yang lainnya. Justru saya ingin membicarakan tentang mereka, keluarga yang ditinggalkan oleh para korban tragedi tersebut ataupun mereka yang mengalami langsung kejadian ini.

Pernah nggak terpikirkan oleh kalian apa yang dirasakan oleh mereka?
Hmm.. saya bisa jamin, pasti yang terucap hanya “kasihan yah..” sambil terus menanyakan seputar kejadian naas itu (maaf, bukan maksud men-judge). Apakah pernah terpikir faktor psikologis yang mereka dapatkan jauh lebih dari kata KASIHAN?

Berondongan pertanyaan seperti “bagaimana perasaan anda saat mengalami hal ini?” atau “tolong ceritakan saat Anda berada di sana?” seperti bombardir. Ya ampun, kadang saya tak habis pikir. Sudah selamat dari bencana itu saja sudah bisa membuat mereka bernafas cukup lega. Lalu mengapa mereka harus menceritakan kisah tragis itu kembali? Itu sama saja membuka dan membasahi luka dengan air garam. Perih!

Saya pun tidak bisa menyalahkan para pencari berita ini, karena saya tahu bagaimana berada di posisi mereka. Mencoba mencari berita dan memberitahukannya kepada semua orang agar tetap waspada.
Tapi hal ini juga tak selalu baik karena bisa membuat semua orang paranoid dengan pemberitaan yang terus menerus tidak ada ujungnya.

Membuat semua orang yang memiliki keterkaitan dengan kejadian ini seperti di teror mimpi buruk. Saya coba menempati posisi mereka. Menjadi korban atau menjadi keluarga yang ditinggalakan. Sakit! Harus melihat semua kejadian sialan itu berulang-ulang dan terus menerus dimintai keterangan dari berbagai pihak dengan beragam keperluan.

Saya bisa berkata demikian karena saya memang pernah mengalaminya sendiri.
Pemberitaan di media televisi membuat saya tak mampu menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Televisi tampak seperti momok yang menakutkan dan virus yang patut untuk dihindari. Waktu memang menyembuhkan luka pada akhirnya, tapi tetap saja tidak mengembalikan keadaan seperti sedia kala. Dan tetap saja menyisakan bekas luka yang sewaktu waktu bisa terbuka jika tidak dirawat dengan semestinya.

Apa yang terjadi kalau hal  ini menimpa kalian?
Apakah kalian masih sanggup bertahan? Coba renungkan sebelum kembali mencari sebuah jawaban dari mereka para korban dan keluarga korban.
Coba bayangkan kalau kalian jadi mereka. Sanggupkah?



Jadi kami tegaskan lagi kita sebagai kader sang hijau hitam harus memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab yang besar kepada kemanusiaan yang akan melahirkan "Jihad" yaitu sikap hidup berjuang. Berjuang itu dilakukan dan ditanggung bersama oleh manusia dalam bentuk gotong royong atas dasar kemanusiaan, dan kecintaan kepada Alloh. perjuangan menegaskan kebenaran dan keadilan menuntut ketabahan, kesadaran, dan pengorbanan. dan dengan jelas itulah kebahagiaan dapat diwujudkan dalam masyarakat. 

~wahai kader sang hijau hitam 
~Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
~yang tegak di puncak bukit
~Jadilah saja belukar, Tetapi . . . .
~Belukar yang baik, yang tumbuh ditepi danau.

~Kalau engkau tak sanggup menjadi belukar
~Jadilah saja rumput, Tetapi . . . .
~Rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan.

~Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya,
~Jadilah saja jalan kecil, Tetapi . . . .
~Jalan setapak yang membawa orang ke mata air.

~Tidak semua menjadi Kapten,
~tentu harus ada awak kapalnya.

~Bukan besar kecilnya tugas yang
~menjadikan rendahnya nilai dirimu
~Jadilah saja dirimu . . . .
~Sebaik-baik dirimu sendiri
~tuk menjalankan kewajiban
~tak hanya menuntut hak pribadi

Baca selengkapnya.... - Kajian Sosial ( Kalau Kamu Jadi Mereka)

menghafal Al-Qur’an

Salah satu berkah menghafal Al-Qur’an adalah menjadikan pikiran kita alias otak kita cerdas. Bagaimana tidak, seorang penghafal Qur’an terbiasa mengasah kemampuan otaknya , berjuang mengalahkan segala hawa nafsu untuk selalu istiqomah tanpa lelah dan jenuh untuk menghafal Al-Qur’an. Dan bisa dibayangkan seorang penghafal tidak serta merta hafal satu juz sekaligus. Segala sesuatu itu butuh proses, kata demi kata, ayat demi ayat, lembar demi lembar dan akhirnya kebahagiaan itu memuncak ketika tersadar dalam waktu beberapa menit sudah hafal 1 halaman.

Subhanallah... kalau tak percaya, silakan dicoba, nikmatnya luar biasa kawan.

“Ketekunan membawa hasil”, itulah yang dibuktikan oleh salah satu santri penghafal Qur’an. Kesemangatan ia mencari ilmu, patut untuk kita jadikan inspirasi . “duniawi oke, diakhiratnya juga oke”. Insya Allah.

Karena surga itu harus diperjuangkan, dan dalam setiap langkah perjuangan pasti ada darah pengorbanan...

"dan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada kami, melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan... "
(QS. Sabaa' 37)
Baca selengkapnya.... - menghafal Al-Qur’an

3 tanda seorang....

3 tanda..(mukmin,alim,takwa,jujur, dan ahli ibadah)

Bagi orang mukmin ada 3 tanda-tandanya
   1. Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia
   2. Tidak terpesona dengan pujuk rayu wanita
   3. Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-sia

Bagi orang alim itu ada 3 tanda-tandanya
   1. Jujur dalam berkata-kata
   2. Menjauhi segala yang haram
   3. Merendahkan diri

Bagi orang yang takwa itu ada 3 tanda-tandanya

   1. Takut berlaku dusta dan keji
   2. Menjauhi kejahatan
   3. Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman

Bagi orang yang jujur itu ada 3 tanda-tandanya

   1. Merahasiakan ibadahnya
   2. Merahasiakan sedekahnya
   3. Merahasiakan ujian yang menimpanya

Bagi ahli ibadah itu ada 3 tanda-tandanya

   1. Mengawasi dirinya
   2. Menghisab dirinya
   3. Memperbanyakkan ibadah kepada ALLAH s.w.t.


Benar2 tak terfikirkan sama sekali namun sangat realistis.

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya
Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi
Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,
Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan…
Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
Jangan menunggu proyek, baru bekerja.
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu
Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai
Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.
Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
Jangan menunggu bisa, baru melakukan.
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti

Seribu kata akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!
Semoga 2011 menjadi awal yang baik bagi pencapaian target2 kita.
Tetap Semangat !

Baca selengkapnya.... - 3 tanda seorang....

Kajian Muslim

Jenazah Orang Beriman Ingin Kiamat Disegerakan

Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa bila seorang beriman menemui ajalnya, maka ia akan sangat bergembira. Mengapa? Sebab saat kematian menjemputnya ia disambut dengan informasi bahwa dirinya memperoleh ke-ridha-an dan kemuliaan dari Allah ta’aala. Lalu keadaan itu menyebabkan dirinya semakin rindu dan ingin segera berjumpa dengan Allah ta’aala. Lalu Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa bila seseorang rindu dan ingin berjumpa dengan Allah ta’aala, maka Allah ta’aala -pun akan rindu dan ingin berjumpa dengan hamba-Nya tersebut di hari Berbangkit. Begitulah kemuliaan yang dianugerahkan bagi seorang yang beriman.

Namun sebaliknya, seorang kafir akan berada dalam kegoncangan luar biasa saat dirinya menemui ajalnya. Sebab saat itu ia disambut dengan kabar bahwa azab dan siksa Allah ta’aala menantinya. Hal ini akan membuat dirinya semakin enggan dan tidak mau berjumpa dengan Allah ta’aala. Dan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan bahwa bagi orang yang enggan berjumpa dengan Allah ta’aala berarti Allah ta’aala –pun akan enggan dan tidak mau berjumpa dengan hambaNya tersebut di hari Berbangkit.

الْمُؤْمِنَ إِذَا حَضَرَهُ الْمَوْتُ بُشِّرَ بِرِضْوَانِ اللَّهِ وَكَرَامَتِهِ فَلَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا أَمَامَهُ فَأَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ وَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا حُضِرَ بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَعُقُوبَتِهِ فَلَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَهَ إِلَيْهِ مِمَّا أَمَامَهُ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

”Bila seorang mu’min menemui kematian, maka ia digembirakan dengan ke-ridha-an Allah ta’aala dan kemuliaan dariNya. Maka tidak ada sesuatu yang lebih ia sukai selain apa yang ia lihat. Maka ia ingin berjumpa dengan Allah ta’aala dan Allah ta’aala-pun ingin berjumpa dengannya. Sedangkan bila seorang kafir menemui kematian, maka ia digembirakan dengan azab Allah ta’aala dan siksa-Nya. Maka tidak ada sesuatupun yang lebih ia benci daripada apa yang apa yang ia lihat. Ia benci berjumpa dengan Allah ta’aala dan Allah ta’aala-pun benci berjumpa dengannya.” (HR Bukhary 20/165)

Itulah rahasianya mengapa jenazah orang beriman hanya mengajukan satu permintaan kepada Allah ta’aala ketika berada di dalam kuburnya. Ia akan sibuk sepanjang keadaannya di alam Barzakh tersebut meminta kepada Allah ta’aala agar hari Kiamat disegerakan kedatangannya.

فَيَقُولُ رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي

Maka jenazah itupun berdoa:”Ya Rabb, segerakanlah datangnya hari kiamat sehingga aku dapat berkumpul kembali dengan keluargaku dan hartaku.” (HR Ahmad 37/490)

Mengapa jenazah orang beriman memohon kepada Allah ta’aala agar hari Kiamat disegerakan? Karena setiap pagi dan petang ia diperlihatkan preview atau trailer calon tempat tinggalnya di akhirat kelak. Dan ternyata tempat itu adalah surga dengan segenap keindahan dan kenikmatannya. Sedangkan ia tahu bahwa satu-satunya hal yang membatasi dirinya untuk masuk ke surga adalah peristiwa Kiamat. Bilamana kiamat telah datang setiap manusia yang telah meninggal akan dibangkitkan kembali. Maka orang yang berbahagia adalah orang yang setelah dibangkitkan lalu dimasukkan Allah ta’aala ke dalam surgaNya. Jelaslah jenazah mu’min tidak sabar menunggu hal itu. Maka ia hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah ta’aala agar Kiamat disegerakan.

فَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ لَهُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ فَيَقُولُ رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي (أحمد)

Maka dibentangkanlah surga baginya, dipakaikan baju dari surga, dibukakakan satu pintu baginya menuju ke surga, didatangkan kepadanya aroma dan sejuknya surga dan diluaskan makamnya sejauh mata memandang. Datang seseorang berwajah bagus, berpakaian bagus dan beraroma semerbak berkata: ”Bergembiralah engkau dengan hari bahagia yang dijanjikan untukmu ini.” Dia bertanya: ”Siapa kamu, sepertinya datang dengan wajah yang baik?” Iapun menjawab: ”Akulah ‘amal sholeh-mu.” Maka jenazah itupun berdoa: ”Ya Rabb, segerakanlah datangnya hari kiamat sehingga aku dapat berkumpul kembali dengan keluargaku dan hartaku.” (HR Ahmad 37/490)

Sebaliknya, jenazah orang kafir hanya mengajukan satu permintaan kepada Allah ta’aala ketika berada di dalam kuburnya. Ia akan sibuk sepanjang keadaannya di alam Barzakh tersebut meminta kepada Allah ta’aala agar hari Kiamat tidak terjadi.

فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمْ السَّاعَةَ

Maka jenazah itupun berdoa:”Ya Rabb, janganlah Engkau datangkan hari kiamat.” (HR Ahmad 37/490)

Mengapa jenazah orang kafir memohon kepada Allah ta’aala agar hari Kiamat tidak terjadi? Karena setiap pagi dan petang ia diperlihatkan preview atau trailer calon tempat tinggalnya di akhirat kelak. Dan ternyata tempat itu adalah neraka dengan segenap siksaan dan kesengsaraannya. Sedangkan ia tahu bahwa satu-satunya hal yang membatasi dirinya untuk masuk ke neraka adalah peristiwa Kiamat. Bilamana kiamat telah datang setiap manusia yang telah meninggal akan dibangkitkan kembali. Maka orang yang celaka adalah orang yang setelah dibangkitkan lalu dimasukkan Allah ta’aala ke dalam nerakaNya. Jelaslah jenazah kafir tidak ingin hal itu menjadi kenyataan. Maka ia hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah ta’aala agar Kiamat jangan sampai terjadi. Padahal Kiamat insyaAllah pasti terjadi..!

فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمْ السَّاعَةَ

Maka dibentangkanlah neraka baginya, dibukakakan satu pintu baginya menuju ke neraka, didatangkan kepadanya panas neraka dan aromanya dan disempitkankan makamnya sehingga hancurlah tulang-belulangnya. Datang seseorang berwajah jelek, berpakaian buruk dan berbau busuk berkata: ”Bergembiralah engkau dengan hari celaka yang dijanjikan untukmu ini.” Dia bertanya: ”Siapa kamu, sepertinya datang dengan wajah keburukan?” Iapun menjawab: ”Akulah ‘amal buruk-mu.” Maka jenazah itupun berdoa: ”Ya Rabb, janganlah datangkan hari kiamat.” (HR Ahmad 37/490)
Baca selengkapnya.... - Kajian Muslim